Etiket di Bike Park
Pahami arti dari rambu-rambu di lokasi bike park untuk keamananmu. Contoh tingkat kesulitan sebuah linstasan bike park yang sering tidak dipahami oleh para pejuang akhir pekan, atau lebih buruk lagi, informasi ini tidak tersedia bagi para pengunjung bike park – Photo: NTX Trails
Etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. – Wikipedia
Kegiatan bersepeda telah berubah menjadi sebuah atiktifitas yang populer beberapa waktu ini seiring dengan semakin tingginya kesadaran orang untuk berolahraga, tidak hanya sepeda jalan raya tapi juga sepeda gunung. Toko toko sepeda mengalami peningkatan penjualan yang signifikan, produsen sepeda kewalahan memenuhi permintaan. Lokasi lokasi bersepeda gunung dan bike park kebanjiran peminat, orang muda, orang tua, anak-anak, pria maupun wanita. Setiap akhir pekan warung dipenuhi oleh para rider yang mampir untuk sekedar mengurangi rasa haus dan lapar. Pemilik warung senang, perekonomian yang terganggu karena covid 19 sedikit lebih ringan.
Namun demikian ternyata seiring dengan bertambahnya jumlah pesepeda di lokasi bike park, bertambah juga jumlah insiden yang terjadi. Beberapa kali terdengar cerita tentang jatuhnya seorang rider dilokasi rintangan, yang seharusnya bisa dihindari apabila kita semua mawas diri.
Berikut adalah beberapa saran untuk menghindari diri kita dan orang lain dari gangguan dan bahaya sehingga semua orang bisa menikmati bersepeda bersama-sama.
1. Jangan berdiri di lokasi take off atau landing
Sangat dipahami bahwa kita ingin mengamati dan mempelajari sebuah rintangan, jump atau drop sebelum dicoba, itu langkah yang benar dan aman. Tetapi berhati-hatilah saat melakukan itu. Perhatikan kondisi disekitarmu dan temukan tempat yang aman untuk berhenti, menaruh sepeda dan berdiri. Ingat bahwa di lokasi bersepeda ini adalah lokasi bersama, dimana kemungkinan besar ada pesepeda lain dari arah belakangmu melaju kencang.
2. Jangan berhenti di tengah jalur
Sama seperti di nomor 1, berhentilah dilokasi yang benar. Lokasi jalur setapak biasanya tidak memiliki ruang yang cukup lebar untuk mengakomodasi lebih dari satu sepeda. Berhenti dilokasi yang sempit menurun dan tidak mengindahkan orang lain sama saja dengan mengundang bahaya. Berhentilah di lokasi yang cukup lebar.
3. Jangan melawan arus
Kebanyakan bike park didesain untuk dilewati hanya 1 arah saja. Apabila bukan karena kondisi darurat, melawan arus bisa membahayakan dirimu dan orang lain.
4. Meminta atau memberi jalan
Kemungkinan besar kamu akan bertemu dengan pesepeda lain yang lebih lambat. Mungkin mereka pesepeda pemula atau kurang berpengalaman. Jaga jarak, dan mintalah jalan dengan cara yang baik. Beri kesempatan kepada mereka untuk mencari ruang yang cukup untuk berhenti dan jangan lupa menyapa dan berterima kasih.
Demikian juga kebalikannya saat ada pesepeda yang lebih kencang darimu datang dari arah belakang, cari lokasi yang aman untuk menepi dan berilah jalan.
5. Buang sampah pada tempatnya
Salah satu masalah kronis yang banyak terjadi adalah sampah. Buanglah sampah botol plastik, ban dalam, bungkus makanan mu ke tempatnya.
6. Sesuaikan dengan level
Progres itu tidak terjadi dalam 1 hari. Tingkatkan skill bersepeda mu dengan pelan-pelan dan berhati-hati. Hanya karena temanmu bisa melompati drop setinggi 3 m bukan berarti kamu juga harus melakukannya. Mulailah dari rintangan kecil, pelajari dan pahami.
7. Bersiaplah
Perlengkapi dirimu dengan perlengkapan yang memadai dan sesuai peruntukannya. Ingat keselamatan diri adalah yang utama. Helm adalah syarat minimum, sepatu sepeda, sarung tangan, elbow pad, knee pad bahkan lebih baik lagi. Di beberapa lokasi, neck brace dan body protector sangat dianjurkan.
Siapkan sepedamu untuk selalu dalam kondisi terbaik, dan gunakan sepeda mu sesuai dengan peruntukannya.
8. Patuhi peraturan dan rambu rambu
Pahami bahwa apabila sebuah jalur ditutup oleh pihak pengelola maka itu berarti ditutup. Pihak pengelola memiliki alasan kenapa sebuah jalur ditutup. Pahami arti rambu-rambu di lokasi bersepeda dimana ada titik rintangan, drop, jump, turunan curam, tanjakan dll. Rambu-rambu dibuat bukan hanya sekedar untuk hiasan.
Harap diingat bersepeda gunung adalah aktivitas yang berpotensi berbahaya dan memiliki risiko yang tinggi. Kegiatan ini hanya boleh dilakukan dengan pemahaman penuh atas segala risiko yang ada.
Referensi: disadur dan diterjemahkan dari media online oleh reps SCI

Previous Post
Next Post